Minggu, 21 November 2010

Meradang

Beberapa waktu ini, aku mengalami apa yang disebut dengan quarter-life crisis, krisis psikologis di umur 20-an.




Minggu, 14 November 2010

Referensi Kitab Klasik

Selepas subuh tiba-tiba saya tergerak untuk mencari kitab klasik di internet. Kitab klasik, kutub turats, dulu pernah dekat dengan kehidupan saya. Langsung saya google بلوغ المرام, dan muncullah beberapa list. Saya kunjungi Kitab Klasik Islam.
Di sana saya menemukan judul-judul yang dulu pernah saya pelajari, menumbuhkan kenangan lama, bertahun-tahun menuntut ilmu di pesantren, bersama teman-teman yang kini entah di mana, Kenangan ini akan kusimpan selama hidupku, kawan. Allah yahfadzukum.

Kamis, 07 Oktober 2010

Blogging setengah hati


He he, gimana nggak setengah hati, alasan-alasan ini selalu aja ada:
  • Mood yang ilang,
  • Pas lagi pengin nulis jauh dari internet,
  • Pas online lupa mau posting,
  • Koneksi yang naik turun, 
  • Ga peka terhadap lingkungan, bagaimanapun lingkungan adalah inspirasi yang dahsyat,
  • Ga ada motivasi yang jelas...
  • Ga ada komitmen untuk nulis, seminggu satu postingan misalkan...
Yah, gitulah... Semoga saja keadaan ini tidak berlarut-larut...

Rabu, 06 Oktober 2010

Blogspot vs WordPress? Ga lagi deh...

Iseng, aku goggle keyword wordpress vs blogspot. Ternyata memang, setelah penelusuran, setiap segala sesuatu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi kesan tetap ada, kalo mau yang friendly dan merakyat, Blogspot nomor satu. Kalo profesionalisme dan gengsi, mungkin, WordPress bisa mengungguli.
Aku pernah nyoba di WP, kalo sekarang lebih aktif di blogspot...

Sabtu, 18 September 2010

Ubuntu 10.10

Di bulan September ini, saya sedang menunggu Ubuntu versi 10.10, Maverick Meerkat. Penantian ini terkadang sangat aneh sekali dibandingkan bekerja menggunakan Windows. Windows jarang merilis versi baru, kalaupun ada yang baru, pasti heboh (entah itu karena outstanding atau malah fiasco alias gagal). 6 bulan rilis memang mungkin terlalu cepat, belum lagi ngurus repository, update, security, dan lain-lain.
Itu pendapat dari satu sisi.
Sisi yang lain, segi adventure menawarkan nilai plus. Bertahan di tengah gencaran software piracy-idealisme yang mungkin aneh di zaman ini- bak bambu runcing melawan panser (segitunya ya?).
Apapun pendapatnya, Ubuntu 10.10 tetap menarik untuk ditunggu.

Rabu, 01 September 2010

Disable Ballon di Notification Area Windows XP

Ballon tips di Windows XP acapkali mengganggu user. Cara termudah untuk menghilangkannya adalah melalui tweak manual registry.
  1. Menu Start-> Run
  2. Ketik Regedit, tekan enter.
  3. Cari di alamat subkey berikut:
  4. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced
  5. Klik kanan, buat value DWORD baru, dengan EnableBalloonTips, dengan value 0.
  6. Keluar registry, log out dari XP, kemudian log in lagi.




Kamis, 26 Agustus 2010

Redrupalize Myself

Sudah beberapa lama tidak megang Drupal, mau maintenance situs kok jadi keder ya.
Drupal memaksa saya untuk membuka lagi kotak memori berisikan kode-kode, modul, peraturan-peraturan yang telah terlupakan selama beberapa bulan. Gara-gara sibuk nulis, jadinya yah, gitu deh, lupa-lupa ingat..

Selasa, 10 Agustus 2010

Ramadhan Datang

Senja ini, akan mengakhiri Sya'ban, dan membuka Ramadhan tahun ini.
Harapanku, semoga Ramadhan ini bagiku akan menjadi lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi dari Ramadhan tahun lalu. Semoga pula, umat Islam akan menemukan arti Ramadhan lebih dalam lagi. Bukan sekedar ritual sahur, buka, tarawih, takbiran, baju baru dan makanan di penghujungnya.
Ramadhan juga bukan berarti musim munculnya berbagai versi religi dari album-album pop, sinetron, film, atau apapun yang tiba-tiba berevolusi menjadi 'religi'.
Terlepas dari itu semua, Ramadhan adalah bulan di mana kita bisa break dari dunia yang melelahkan ini. Menata ulang segala sesuatu dari awal, hati, akal, raga, semuanya. To start over. Memulai dari awal lagi. Sehingga di penghujungnya, kita benar-benar bersyukur dengan datangnya Ramadhan, menjadi orang-orang yang kembali, al-'aidin, dan orang-orang yang menang, al-faaizin. Semoga.
Allahu a'lam.

Jumat, 06 Agustus 2010

HP Mini 210 + Ubuntu 9.10 Karmic Koala

Akhirnya, setelah menunggu kira-kira tiga hari, aku menerima juga kiriman HP Mini 210 yang kupesan dari bhinneka.com.
Begitu menerima, langsung aku pasang Ubuntu 9.10 Karmic Koala. Kenapa Ubuntu? He he, bagaimanapun, legal is sumthin i luv it. I dislike piracy, except..:).
Penilaianku, Mini 210 + Ubuntu 9.10= Tasteful combination.. 
Rasanya sip!
Meskipun di awal aku pengin Windows 7, tapi.. Tiba-tiba aku tertantang dengan Karmic Koala..
Paling tinggal instal beberapa item seperti codec dan lain-lainnya, tapi aku sudah mendapatkan konsultasi dari sini. Thanks berat pokoknya.

Kamis, 05 Agustus 2010

Pagi ini itu..

Aku harus melawan dua ember besar berisi cucian pagi ini, akibat kelalaianku membiarkan pakaian kotor beranak pinak di lemari cucian sampai seminggu. Apa boleh buat, mungkin ini akibat hukum dasar manusia, mengenai perubahan pola pikir dan kebiasaan. Manusia hanya akan berubah dan merubah dirinya setelah datang kepadanya waktu yang memaksa dirinya untuk berubah.
Mungkin, kalau aku tidak merubah diriku dan kebiasaanku, tidak bisa memenej waktu dengan baik-kata lain untuk malas- aku akan menemui diriku dua minggu lagi dalam keadaan serupa. Aku yakin itu.

Selasa, 03 Agustus 2010

Kering

Kehidupan tanpa tauhid adalah kehidupan yang kering.
Kehidupan yang tidak memiliki tujuan. Bagaikan kapal, terhempas oleh ombak dan badai. Tak tahu hendak ke mana berlayar.
Ketika dulu sekali, aku belum tahu apa itu tauhid. Aku hanya seorang 'muslim', terlahir dari orang tua yang muslim yang dengan serta merta menjadi seorang muslim. Aku galau, resah, tak terarah. Aku kering.

Aku shalat, tapi tidak menemukan apa arti dari shalat itu.
Aku puasa, tapi hanya mendapatkan lapar dan haus.

Namun, seketika aku menemukan tauhid, aku menemukan diriku. Aku menemukan Tuhanku. Aku memahami arti kehidupan itu seketika, hanya dari empat kata: لا إله إلا الله.
Tentu saja proses yang lama dan mahal aku jalani. Pun, sampai sekarang aku masih mempertanyakan identitasku sebagai seorang muslim. Aku telah menemukan jalanku, tapi aku tetap masih merasa kurang.
Tapi aku tetap ingin berjalan, melangkah maju, mencari cahaya hatiku. Rabbku.

Minggu, 01 Agustus 2010

Idealis Terlibat

Baru saja ikutan tes kepribadian di http://www.ipersonic.com, hasilnya seperti ini:

Idealis Terlibat


Tipe Idealis Terlibat bersifat ekstrovert dan suka menolong. Orang lain menganggap mereka sangat ramah dan menginspirasi – khususnya karena mereka selalu mau melihat hal-hal terbaik dalam diri orang lain. Selera humor, energi, dan optimisme mereka menarik orang lain. Tipe Idealis Terlibat sangat pandai berkomunikasi dan pandai meyakinkan serta menyemangati orang lain. Inilah sebabnya sangat lazim jika mereka biasanya mengambil peran pemimpin dalam kelompok. Tipe kepribadian ini seringkali menghasilkan orang-orang yang sangat karismatik.

Tipe Idealis Terlibat memiliki kemampuan besar yang tidak biasa untuk berempati. Mereka toleran dan murah hati terhadap orang lain; kadang-kadang mereka cenderung menganggap teman-teman mereka lebih ideal dibanding sesungguhnya. Mereka selalu berusaha cocok dengan semua orang dan menginginkan hubungan mereka harmonis serta memuaskan. Untuk mencapai ini, mereka siap mencurahkan diri dan meletakkan kebutuhan-kebutuhan mereka di urutan paling akhir. Karena tipe Idealis Terlibat sangat peduli, ada risiko mereka akan mengorbankan diri dan memforsir diri mereka demi orang lain. Oleh karena itu, dalam pekerjaan mereka harus berhati-hati agar tidak timbul sindrom kelelahan.

Tipe Idealis Terlibat dapat diandalkan, cukup terorganisir dan suka membuat struktur situasi-situasi rumit. Mereka sulit menerima kritik; mereka cepat merasa tersinggung dan salah dimengerti. Perfeksionisme mereka juga memengaruhi kehidupan percintaan – mereka mencari hubungan yang sempurna untuk seumur hidup. Begitu mereka mengambil keputusan, mereka menjadi pasangan yang setia, cukup seimbang, dan penuh cinta. Namun demikian, jikalau mereka terlibat dengan orang yang salah, bisa saja terjadi mereka membiarkan diri mereka dimanfaatkan sekian lama sebelum mengakhiri hubungan tersebut.
yah.. iseng aja sih, aku tidak terlalu suka mengkotak-kotakan diriku.. just walk through...

Rabu, 21 Juli 2010

Sand man

I'm a sand man, I am…
Alhamdulillah...
Kenapa sand man?
Entahlah, perhaps i'm upon the earth, jadi, aku merasa sebagai sand man. Toh, aku diciptakan oleh Allah dari tanah. Pasir adalah tanah yang mengeras dan membutir. Hidup itu misteri. Termasuk, pertemuanku dengan apa yang kunamakan dengan cahaya hidupku. Hidayahku.
Aku menemukannya di sini. Di tempat ini. Di pondok ini.
Ketika aku menemukannya, aku merasa hidupku sangat fulfilled.. thank God, for everything. Aku menemukan semuanya bermakna bagiku. Dunia ini adalah wujud eksistensi Allah. Ketika aku mengetahui itu, terjadi supernova di benakku.
Aku merasa sangat kecil.
Aku, di satu sisi, merasa sangat terhormat. Menjadi hamba dari Penguasa alam semesta.
Aku juga merasa lebih kuat menghadapi apa yang menghantuiku selama ini. Mungkin ini apa yang disebut para ulama sebagai tawakkal.
Ketika aku connected dengan-Nya, dalam dzikir, amal, ibadah, puasa, apa pun... aku merasa... tidak berada di bumi. Aku melayang. Trance. Endless bliss.
Aku melihat segala sesuatu sebagai entitas makhluk.
Ini bukan penglihatan Tuhan, tidak, aku tidak bisa melihat-Nya, dengan mata duniawiku ini. Tapi aku merasakan eksistensi-Nya. Wujud-Nya. Kekuasaan-Nya. Iradah-Nya.
Trilogi dasar iman pun tiba-tiba terasa sangat akrab bagiku: khauf, raja' dan hubb. Takut, harapan dan cinta. Ketiga hal itulah yang menguatkanku.
Bagiku, inilah dzikirku, dalam merumuskan apa yang kualami. Apa yang kubaca.
Membaca alam semesta. Iqra.
Sinar matahari menguning di hadapanku. Pertanda turun hujan, eh? Mungkin, Insya Allah.
Aku sedang membaca alam semesta.
Meja di hadapanku, keyboard, monitor, printer, file-file, record-record, pintu, langit, masjid, cemara, sinar matahari, gedung-gedung, suara, bayangan, rasa, bau, tanganku, tubuhku, jiwaku..
Kesemuanya adalah bukti keberadaan-Nya.
Thank, God.
الحمد لله رب العالمين..
Sya'ban 9 6:19:23

Selasa, 13 Juli 2010

Membangun Imej

Kenapa Membangun Imej?
Imej itu penting. Dari imej, kita bisa meluaskan pengaruh dan menyebarkan visi kita.Dengan imej, kita lebih merasa eksis lagi sebagai manusia.
Bagaimana membangun imej? 
Pertama, tentukan apa yang kamu mau.
Artinya, jangan hanya karena pengin diliat saja. Tujuan, itu fondasi dari aksi. Kalo pengin diliat saja ya cukup jadi orang lebay, nah?
Kedua, apa yang kamu mau, kamu paskan dengan faktor urgensi. Perlu ga jadi seperti ini? Bermanfaat ga bagi orang lain, terutama bagi diri sendiri? Atau malah merusak dan merugikan kepentingan umum?
Ketiga, proses. pada dasarnya membangun imej tak beda dengan mencari jati diri. Jati diri , kadang ketemu ketika masa muda, kadang ketika menua baru ketemu. Kesemuanya butuh proses.

Kalau sudah ketemu?
Tingkatkan. Jangan merasa puas dengan apa yang telah kita raih, karena perubahan itu suatu hal yang alami.

Allahu a'lam.
Madrasah, Rajab 30 1431

Senin, 12 Juli 2010

Finally, the last!

Sore ini aku ikut UAS terakhir di English 2.. Thank God.. I'm gonna make it, Insya Allah!
Rajab 29

Kebebasan Berekspresi

Sekali aku pernah dengar:
Kita hidup di zaman yang berbeda sekarang ini dibandingkan beberapa dekade yang lalu. Ini adalah zaman di mana berekspresi itu bebas, tidak perlu diikat, tidak usah diatur.
Nah loh?
Sebentar, pak. Aku menyela dalam hati.
Ga salah tuh? Kebebasan berekspresi yang bapak maksud itu kayaknya berlebihan deh.. itu bukan kebebasan berekspresi, itu cenderung menuju kebablasan berekspresi, lo pak.
Kalo bapak bilangnya kayak gitu, nanti gimana coba, kalo semua orang ga mau diatur, ga mau diikat ama peraturan? Kan bahaya, pak?
Sementara itu, sang bapak terus berkoar-koar mengenai kebebasan kebablasan ekspresi. Aku kira bapak itu mengalami apa yang aku sebut dengan post-vacuum-of-power-syndrome... sindrom yang terjadi setelah adanya tekanan dan himpitan dari pihak yang menyebabkan hak-hak terpangkas, ketika tekanan itu menghilang, kebebasan yang berlebihan pun menjadi kompensasi.
Satu sisi, aku kasihan sama sang bapak, karena mungkin kebebasan berekspresinya dipangkas pada zaman dahulu. Di satu sisi, aku lebih kasihan lagi, karena sang bapak tidak tahu, bahwa zaman ini, kita tidak hanya butuh kebebasan berekspresi, kita lebih membutuhkan hati yang jernih dan akal yang lebih sehat, untuk menimbang mana yang buruk dan mana yang baik.
Rajab 29

Karakter Guru dan Petani

Guru yang baik adalah seorang petani.
Menjalani kehidupan sebagai seorang guru, setelah menjelang lima tahun ini, aku tersadar akan postulat di atas.

Sabtu, 10 Juli 2010

STMJ

Pagi ini aku baru saja melihat sekilas ustadz Arifin Ilham di tv. Beliau menyebutkan tipologi nafsu yang terkenal itu. Nafsun ammarah bis-su', nafsun lawwaamah, dan nafsun muthmainnah. Ketika sampai pada tipe kedua, nafsun lawwamaah, beliau menyebutkan STMJ, shalat terus maksiat jalan.
Tiba-tiba aku merasa tertembak dengan istilah ini.

Jumat, 09 Juli 2010

YM Semalam...

Semalam, aku ym-an ma teman di mesir.. Udah lama ga temu, kira-kira empat taonan...
ameenr: سلام..
my bro: ya salaaam
my bro: waalaika salam
ameenr: kf hal y amm
my bro: kuwais
my bro: tamam
my bro: wa inta zayy?
ameenr: qwz..

Kamis, 01 Juli 2010

On A Gloomy Day

Tidak bisa kupungkiri, aku lagi futur sekarang.
Dunia seakan gelap, mengintai diriku. Mengintai lemahku.
Hmm, gloomy here, gloomy there.
Tapi aku yakin akan kegelapan ini akan segera selesai.
He's with me.

Selasa, 29 Juni 2010

Memaknai Shalat

Bagaimana memaknai shalat agar tidak sekedar shalat, tapi mendirikan shalat, إقامة الصلاة?
Banyak memang literatur yang telah aku baca. Tapi kesemuanya ternyata tetap kembali pada diriku.
Masalahnya adalah, aku mau atau tidak menjadikan shalatku khusyu' dan bermakna? Tidak mungkin aku akan sampai ke sana kalau aku tidak mau?
Hmm...
ربنا أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك...
Rabb, bantulah kami kepada dzikir-Mu, syukur-Mu, dan beribadah sebaik-baiknya kepada-Mu.
Amin.

Senin, 28 Juni 2010

Aku tidak suka politik, tapi...

Paling tidak, ada harapan begitu mendengar dua inisial huruf konsonan dari sebuah partai yang muncul tahun 1999. Kemudian menambah satu huruf lagi, dengan alasan agar lebih merakyat.
Kemarin, merubah haluan partainya supaya tidak 'garing'. mungkin itu alasannya.
Ini mungkin musibah, berangkat dari pendapat saya, habis sudah harapan umat.
Ini mungkin berkah, karena dari pada setengah-setengah Islam atau bukan, lebih baik nggak sekalian, ya kan?
yang jelas, inilah kenyataan, bahwa jalan dakwah itu tidak mudah.
Sama sekali tidak mudah.

Di akhir opini, sekali lagi, aku tekankan kalo aku tidak suka politik.
Tapi, aku berharap, umat ini menjadi lebih baik, dengan atau tanpa partai. Itu saja.

Minggu, 27 Juni 2010

Piala Dunia? Ummm...

Entah kenapa ya, aku kurang tertarik pada sepak bola, apalagi nonton, please deh..
Dulu pernah mencoba untuk tertarik, tapi lama kelamaan seakan aku membohongi diri sendiri, hehe...
Apalagi kalo aku melihat kehidupan para bintang sepak bola, wah...
Like a religion, mungkin istilah itu benar.. Sepak bola telah menjadi agama baru. Mengerikan.

Sabtu, 26 Juni 2010

Hari-hari ini...

Penuh dengan skripsi, buku-buku, pdf, keyboard dan layar monitor...
God, when will this end?
Sementara itu, banyak kerjaan di sana-sini, pating tlecek - javanese..

Semoga saja aku bisa bertahan. Bisa! Harus bisa.
Saat ini aku sedang mencoba untuk memaksa diriku biar tidak jatuh ke jurang kemalasan. Kayak di pilem-pilem, aku harus menghindar dari titik-titik yang berbahaya di jalan, semacam film, komik, novel, LOL... Ga banget deh, kalo kebayang harus nelat skripsi... NO MORE!

Selasa, 22 Juni 2010

Waktunya flow!

Mulai hari ini, aku mencoba beberapa cara baru untuk blogging.
Kadang, aku tidak bisa nulis kalau tidak dalam kondisi flow. Bukannya kadang, pasti deh.
Kalau udah seperti itu, alamat, kekeringan terjadi. Nah, baru saja terjadi sebuah iluminasi ( pencerahan, ehm) di kepalaku yang bilang, bebaskan dirimu, jangan terpaku pada judul. Ternyata benar.
Keterpakuan pada judul kan menciptakan kejumudan tersendiri. Ga asik kan?
Akhirnya, jari-jariku tak bisa berhenti dan langsung deh, jadi tulisan ini.

Jumat, 18 Juni 2010

Kejadian Pagi Ini..

Pagi ini setelah bapak nelpon dan menanyakan mengenai skripsiku, aku bilang: I'm fine.. Tiba-tiba saja aku jadi tergerak untuk menyalakan pc dan memulai pertarungan hidup matiku (Hah?).
Waktuku tinggal sebentar lagi, 30 Juni semua harus kelar. Kelar lar. Ga nyisa apapun. Harus sudah selesai, benar-benar selesai...
Aku binun juga sebenarnya, tapi gimana lagi, i can't retake my words... i've to face this battle... Minta doanya ya...

Kamis, 17 Juni 2010

Cerebral Supernova

Malam ini, untuk kesekian kalinya aku membaca Edensor milik Andrea Hirata. Tetap saja, aku tertimpa bencana lokal: cerebral supernova.

Selasa, 15 Juni 2010

Achernar diluncurkan!

Alhamdulillah, akhirnya theme baru gontor.ac.id, Achernar berhasil diluncurkan maghrib ini. Setelah mengalami server-down tadi sore, jam 5, gontor.ac.id kembali on-line.

Indonesia: Sturm und Drang

Sudah waktunya bangsa ini berubah.
Kita punya sumber daya alam yang melimpah ruah, dan sumber daya manusia yang banyak pula, dari segi kuantitas. Kalaulah setiap orang menyadari bahwa dirinya juga bagian dari bangsa yang besar, tentunya ia akan mengambil langkah yang seharusnya ia tempuh.

Kamis, 10 Juni 2010

Pagi yang Hebat

Pagi ini, saya harus menyerahkan soal ujian kepada panitia. Apa hebatnya? Jelas, soal yang saya buat adalah soal shorf, alias grammarnya bahasa arab.
Buat soal itu, ga semudah yang dikira... ada aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dan lain-lain yang membuat mataku terpaku pada layar komputer. Aku kerahkan seluruh jiwa dan raga, ngambil buku-buku referensi, dan mulai..
Alhamdulillah, soal selesai hari Sabtu malam lalu. Sangat menyenangkan untuk bisa menyelesaikan pekerjaan.

Blogging itu Menyehatkan

Itu kata saya.
sebenarnya datang dari pengalaman konseling selama beberapa tahun ini, sebagai pendidik mengharuskan saya untuk memberikan bimbingan bagi anak didik saya.
Pada intinya, ketika seseorang menyampaikan apa yang menjadi uneg-unegnya, maka sebenarnya ia telah meringankan beban dalam dirinya. Ya, mencurahkan isi hati sebenarnya memiliki daya penyembuh yang hebat. Karena ketika ia menyampaikan, beban itu perlahan berkurang. Ingat bahwa penyebab masalah tidak mesti masalah itu sendiri, melainkan terkadang lebih pada cara kita melihat masalah.
Maka, blogging itu menyehatkan.
Menyampaikan isi hati dan pikiran, secara bebas dan santun, memberikan ruang tersendiri bagi hidup kita.

Aku dan Gontor

Tak terasa, sudah beberapa tahun aku meninggalkan bangku sekolah Kulliyyatu-Mu'allimin Al-Islamiyyah Pondok Modern Darussalam Gontor. 5 tahun tepatnya.
Kurun waktu 10 tahun, sejak 1421 sampai sekarang 1431 Hijriah, telah banyak merubah hidupku.
Sepanjang jalan aku mendapatkan banyak, terlalu banyak hal berharga.
Aku sangat mencintai sekolahku.
Hmm, jelasnya Gontor benar-benar berbeda dari sekolah lain yang pernah kulihat atau kurasakan.
Ia betul-betul menginginkan anak didiknya menjadi manusia dalam arti sesungguhnya. Mampu mengeluarkan potensi kemanusiaannya. Mampu berprestasi. Mampu memperjuangkan masyarakatnya. Mampu berjuang demi agama dan bangsanya.
Gontor.
Satu nama simpel nan kompleks.

Wordpress 3.0 RC 1

Akhirnya, tampil juga WP3RC1, cms yang aku tunggu beberapa bulan ini. Meskipun baru ngunduh dan testing di localhost, aku optimis deh sama cms ini.
Tampilan admin lebih menjanjikan dan ada beberapa unsur cms yang lebih. Seperti menu, yang tidak ada sebelumnya.
Dengan tema default twenty ten, kayaknya keberadaannya semakin mapan saja di dunia cms.
Cuman, untuk fasilitas multi-site yang bagaimana itu belum aku temukan sejauh ini. Atau akunya ga tau ya? Kayaknya sih begitu.
Sampai saat ini, aku masih menunggu stable version dari beberapa label, antara lain Drupal versi 7 dan Joomla 1.6.

Rabu, 09 Juni 2010

Makna

Makna kehidupan akan berbeda-beda menurut pendapat tiap orang. Makna kehidupan bagiku adalah bagaimana berbuat baik, meskipun itu sulit, kepada setiap orang.
Kepada setiap orang? mungkin terlalu berkhayal, tapi sebenarnya, menurutku bisa sekali. Dengan mendoakan mereka, keterbatasan kita sebagai manusia akan terlampaui.
Kita bisa mendoakan setiap orang. mengharapkan yang terbaik bagi masing-masing individu.
Aku pernah mendengar suatu ungkapan, if you can love, why do you hate? Pertama kali aku mendengar ungkapan itu, memang diriku yang apatis mengatakan, if you can hate, why do you love?
Seiring waktu aku mulai belajar untuk mencintai setiap orang, belajar bagaimana berbuat baik bagi mereka.

Sepotong Tanah Surga di Bumi

Aku tidak menyesal terlahir di Indonesia. Tidak. Indonesia adalah tanah yang kaya raya, Baik budaya maupun sumber daya. Indonesia adalah kepulauan yang unik. Tidak semua negara diberikan kekayaan sebagaimana Indonesia.
Pernah ada pertanyaan dalam diriku, apa asal kata Indonesia? Banyak pendapat yang simpang siur, tapi apalah arti sebuah nama.
Yang jelas, aku sangat bersyukur pernah tinggal di sepotong tanah surga ini.

Minggu, 06 Juni 2010

Spiritual Tapi Tidak Religius?

Baru saja saya masuk ke CNN, dan menemukan fenomena yang, aneh, tapi telah menjadi hal yang biasa mungkin.
Bagaimana mungkin seseorang bisa menjadi spiritual tapi tidak religius? Spiritual tapi tidak terikat agama apapun?
Wah, kasihan sekali berarti itu.
Hidupnya akan penuh dengan kekosongan. Mengisi sesuatu yang kosong dengan yang kosong, tidak akan berisi.
Dalam Islam, dapat ditemui hal yang serupa, (mungkin) religius tapi tidak Islami. Ada ya? Ya pelaku bid'ah itu. Bid'ah itu religius, tapi tidak Islami. Islami di sini yang saya maksud ya sesuai dengan Islam, ma'tsur, memiliki atsar dari Al-Qur'an dan Sunnah. Kalau tidak? Ya bid'ah...

Minggu, 30 Mei 2010

Drupal Recommended Modules!


Berikut ini daftar modul-modul yang must have untuk Drupal:
  1. Administration menu, untuk mempermudah admin
  2. Front Page, kustomisasi front page
  3. CCK, tipe konten tak terbatas,
  4. Chaos Tools, A library of helpful tools by Merlin of Chaos, banyak diperlukan
  5. Calender, untuk kalender, sudah pasti lah..
  6. Date, untuk tanggal,
  7. Event, untuk browsing even
  8. Image, modul untuk image, helpful and useful, tentunya,
  9. Addthis, sharing content,
  10. CKEDitor, jelas, siapa yang tidak suka editor? Perhaps some persons do like...
  11. Pathauto, automatisasi url, otomatis dan mudah!
  12. Token, untuk API,
  13. Panels, mengatur panel,
  14. Captcha, who likes spam?
  15. View, mempermudah penanganan website, sangat membantu dan mempermudah..
Dapatkan semuanya di http://drupal.org/project/modules

Senin, 17 Mei 2010

Blogging atau Microblogging?

Bagi beberapa orang, blogging itu hal yang membosankan dan ribet. Maka mereka lebih memilih sesuatu yang mudah dan instan: microblogging...
Tanpa perlu ruwet mikirkan judul dan tema, tinggal tulis apa yang ada di kepala dan ... jadilah postingan..
Sebenarnya, perbedaannya tidak terlalu besar, pada intinya keduanya berarti information sharing.
Tapi, biasanya blog lebih sulit daripada microblog..
Mana yang jadi pilihan saya? Ehm, saya lebih memilih blog daripada microblog.. kenapa, karena blog lebih serius, konsisten dan dapat dipercaya, daripada micro yang biasanya hanya untuk just for fun saja.
Saya ga anti microblog loh, hanya ngasih pendapat saja...

Maaf, Saya Seorang Muslim, Bukan Teroris

Bagaimana memahamkan banyak pihak, bahwa Islam tidak mengajarkan terorisme?
Sulit memang, karena merunut sejarah, Islamophobia memang telah berkembang di sana-sini, terutama barat. Islamophobia, ketakutan akan Islam, dimulai sejak Islam berkembang. Ketika itu, Nabi Muhammad Shalla Allah 'alaihi wasallama, dituduh sebagai pelaku heresy atau bidah Kristen. Black campaign pun merebak, dari pemujaan setan, haus darah dan wanita, semua cap negatif tertuju kepada Islam.
Akan tetapi, Islam tetap melenggang. Berkembang ke seluruh penjuru, sementara ketika abad-abad kegelapannya, Eropa mengalami ketakutan dan keresahan spiritual yang kronis. Hal itu disebabkan terlalu berkuasanya institusi gereja, sehingga, Paus lebih tinggi kedudukannya daripada raja.
Ingat Perang Salib? Kita bisa mengatakan bahwa ini adalah bentuk dari Islamophobia akut.
Islamophobia berlanjut, hingga pada permulaan abad 21 kemarin, berubah menjadi satu kata terorisme.
OK, kita, umat Islam pun masih bisa bertahan dengan itu semua.
Kita tahu kebenaran, itulah yang membedakan.
Kita tahu yang Haq, dan bisa membedakan mana yang bathil.

Rabu, 12 Mei 2010

Pagi Hari itu...

Waktu yang paling pas buat:
  1. Baca Al-Qur'an diiringi para malaikat subuh...
  2. Mengulangi hafalan Al-Qur'an.
  3. Menyimak tausiyah.
  4. Membuat resolusi sehari, seminggu, sebulan, setahun ke depan.
  5. Baca buku.
  6. Posting.. karena akal masih segar, fresh from the oven.
  7. Buat pekerjaan rumah, daripada di kelas ngerjakannya..
  8. Nelpon orang yang berarti, precious persons, orang tua, istri, anak, meskipun hanya sekedar untuk say hello.
  9. Buat teh, kopi atau susu... tergantung cuaca...
Waktu yang paling tidak pas untuk:
  1. Tidur lagi
  2. Baca koran, atau liat berita, c'mon, you don't wanna feed your brain with those garbages in the early morning, don't y?
  3. Ndengerin lagu, nonton film, nonton tv yang berisi infotainment atau sinetron, atau hal-hal yang nggak oke lainnya.
  4. Melakukan hal-hal yang tidak berarti lainnya.
Pagi itu mahal, dan ia terlalu amat berharga... trust me...


Selasa, 11 Mei 2010

Time to Sleep

Sekarang aku baru mau tidur, sebenarnya ini waktu yang larut bagiku untuk tidur-di atas jam 12 malam. Besok, ada ulangan di mana aku harus memeriksa jawaban para murid. Hmm... kembali ke kantor, ada laporan tahunan menunggu... God, help me...

Tapi ga pa pa, selagi aku enjoy dengan ini semua.

Untuk ke depan, aku ingin belajar kembali khat araby-kaligrafi, bahasa Indonesianya; Drupal, advanced mode; human relationship; apalagi ya.. banyak lah. Oh ya, tenis meja...

I'm gonna sleep now..

بسمك اللهم وبسمك أحيا وبسمك أموت...




Senin, 10 Mei 2010

Gesekan itu Perlu

Baru saja, sebelum makan, bertemu dengan salah satu teman kerja senior. Ia menyesalkan audisi keuangan di subnya. Kamu bukan orang yang berhak. Wah.
Biasanya, kalo orang lain yang ngomong, aku sudah marah. Tapi kebetulan saja, aku mencoba untuk menahan diri. Hmm... aku dengarkan kata-per-kata, aku mencoba menggunakan empatiku. Tapi, somehow it doesn't work. Aku tersenyum saja. Aku kira sah-sah saja sebagai sub finansial untuk mengadakan audisi keuangan ke sub lain. Memang sudah tugas. Tapi dia tidak paham mungkin.. atau dia tidak bisa berempati... akhirnya aku hanya diam mendengarkan, dan di akhir aku mengatakan, it's ok bro. Tiba-tiba aku teringat kata pimpinanku: Gesekan itu perlu. Hmmm..



Sabtu, 08 Mei 2010

Sakit

Aku terbangun dalam keadaan sakit di telingaku pagi ini.
Rabb, help me out.
Kukira cuma luka dalam di telinga kiri, ternyata.. merambat ke rahang. Untuk makan, aku harus mengarahkan ke kanan. Sebenarnya terasa sejak semalam, tapi aku pakai tidur saja, karena aku percaya kalo tidur adalah obat.
Sampai sekarang, luka itu masih berdenyut-denyut.
اللهم افرغ علينا صبرا...
berikanlah kami kesabaran, Rabb..



On The Month Without Post

April lalu, aku tidak posting sama sekali... he he... biasa.. lagi offline..
Pernah, suatu ketika redaksi majalah kampus kami, Himmah, kumpul, kemudian ada evaluasi mengenai aktivitas menulis yang mendrip (bahasa jawa: redup) kayak bohlam 5 watt. Sampai pada suatu resolusi seperti ini:
jangan pernah menunggu mood untuk menulis, tapi, ciptakan mood itu.

Tiba-tiba aku tersenyum sendiri...
Insya Allah, aku akan lebih rajin lagi posting...

Jumat, 12 Maret 2010

sibuk

Sebenarnya, kita terlalu disibukkan oleh hal-hal yang sebenarnya tidak perlu, tidak penting, tidak esensial.
Tapi, seakan tiada manusia lain selain kita dan kepentingan kita yang tidak penting~ kita mendahulukan kepentingan pribadi dibanding kepentingan publik.
Beberapa alasan pun dipakai.
Kultus bagi individu-individu yang sibuk, rapat-rapat yang menyibukkan para karyawan, cafe-cafe yang sibuk...
Sibuk, kata yang menyakitkan...
Maaf, saya sibuk...
Rabi'ul Awal 26

Rabb, maafkan kami...

Kami begitu naif, dan begitu berdosa.
Tidak bisa kami pungkiri, kami begitu rindu akan-Mu di hati.
Tapi kami menjauh dari-Mu.
Menafikan eksistensi-Mu, secara implisit maupun eksplisit.
 Kami tak pernah bosan untuk berdosa, dan Engkau, tak pernah berhenti untuk memberikan rahmat-Mu.
Mungkin, hingga suatu saat nanti, hati kami bosan terhadap hitamnya dosa.
Rabb, ampuni kami.
R 24 31 16:51:47





Baca, baca, baca

apa kabar perpustakaan?
Sepi pengunjung, mereka lebih memilih warung internet yang berbayar daripada perpustakaan yang gratisan.
Di sebuah kota Jerman, media cetak mengalami kelesuan, digantikan oleh media elektronik yang menjamur.
Memang, media elektronik lebih menjanjikan-begitu pendapat yang berlaku.
Namun, kita kehilangan sesuatu yang berharga. Rasa.
Rasa akan pengetahuan berkurang, menghilang bahkan, ditelan gelombang hypertext yang cenderung instan dan pop.
Pengetahuan pun seakan hanya sekilas saja, tidak nempel, atau melekat, yang diambil dari kata arab ‘malakah’-istilah Ustadz Ali Sarkowi, guru saya; the most inspiring person.
Buku, akan tetap bertahan.
Sehebat apapun Web 2.0 ataupun 3.0 sampai seri n.n nanti, ia tetap maya, tidak nyata.
Rabi’ul Awal 24 1431

 



moral

masihkah relevan berbicara tentang moral?
Masih, saya kira.
Moral, meskipun semakin lama semakin dijauhi oleh publik, tampaknya, masih kita perlukan.
Suatu waktu, saya pernah berkendaraan dengan seorang teman. Ia berasal dari sumatera, berdarah Batak. Ketika itu, sebagaimana tata krama di Jawa, setiap kali kami berpapasan dengan orang lain, saya mengatakan ‘mari,’ atau monggo. Teman saya mengatakan, kamu tidak akan menemukan hal yang sama di Sumatera sana.
Saya tertegun, apakah peradaban Jawa lebih maju? Mungkin pertanyaan ini akan memancing emosi beberapa orang, tapi, setelah beberapa waktu saya analisa, jawabannya: tidak.
Tidak sama sekali, tidak selalu, dan tidak-tidak yang lain.
Setiap suku memiliki kekhasan masing-masing, tapi yang pasti, kesemuanya mengandung nilai-nilai, yang saya anggap itu adalah moral.
Nilai-nilai, identitas itu, menjadi standar kehidupan.
Sekarang, hari ini, kita semakin jauh akan identitas kita.
Dibilang orang Timur, kok kebarat-baratan.
Kita adalah, meminjam istilah entah siapa, generasi yang hilang. The Lost Generation. Generasi X, generasi yang kehilangan identitas.
Bagaimana dengan generasi berikutnya, Y, Z, A’?
Entah.
Moral itu mudah.
Bagi seorang muslim, tetapkan keislaman. Terapkan nilai-nilai Islam dalam hidup. Berpegang erat pada tauhid.

Rabi’ul Awal 24



The Kite Runner

... pahit, pedih dan nyata.
Novel ini ditulis oleh Khaled Hosseini, seorang Afghani yang tinggal di Amerikan. Mengisahkan kehidupan keluarga Afghan dengan timeline Afghanistan tahun 70-an hingga pasca New York Ground Zero, circa 2001.
Baba, seorang ayah, ditampilkan dengan arogan dan, tentu saja, bentuk-bentuk sifat pengkhianat, . Ayolah, setiap orang pasti pernah berkhianat. Tapi kenapa jarang orang mau bersikap jujur, pada dirinya sendiri, untuk kebaikan dirinya di masa yang akan datang..
Aku lebih melihat bahwa tokoh sentral adalah Baba, bukan Amir. Ia mempengaruhi cerita, mempengaruhi anaknya, ia selalu bisa mengubah dunia tempat ia tinggal dengan keinginannya, begitu Amir bercerita. Bahkan, sampai setelah ia meninggal, pengaruhnya masih tergaung di sisa cerita.
Amir? Sebagai anak Baba yang baik, aku kira, dengan ia meninggalkan dunia ini lebih baik daripada menerima kenyataan ini. Konflik yang bertahun-tahun menerpa selalu berakhir dengan singkat. Bahwa selalu ada harapan di balik semua itu.
Hassan, seorang kaum Hazara, kelas kedua. Syi’ah. Sebagai pembantu, teman baik, saudara pada akhirnya, daripada Amir, aku bisa melihat sisi-sisi tersembunyi dari seseorang. Bagaimana seseorang diam mengikuti nasib. Bagaimana kesetiaan pada sahabat, majikan, itu akan ada. Ia adalah prototip dari Ali, ayahnya. Meskipun teman terbaiknya mengkhianati, ia tetap setia. Kesetiaan yang mengerikan, aku kira.
Afghanistan? Merana... mungkin itu. Eksotisme Kabul, Kandahar, Mazar-i-Sharif, Herat, Celah Khyber, dan tempat-tempat lainnya digambarkan secara ajaib: perubahan total dari monarki ke Rusia, sampai jatuh ke tangan Taliban.. Kemiskinan, teror setiap hari, darah, kekerasan, hmm...

Akan tetapi, ia kehilangan sisi lain... ia, penulis, muslim kan? Seharusnya ia memberikan porsi yang lebih untuk Islam, atau persepsi yang lebih baik daripada sekedar arogansi Taliban, kemunduran yang tercipta setelah tiran-yang-mengatasnamakan-agama berkuasa, rajam. Ataulah, antara Sunni dan Syi’ah. C’mon, dunia ini bukan hanya kamu yang tinggal...
Wewww.. seharusnya aku curiga dari awal, bahwa ethnic cleansing pada akhirnya menjadi salah satu sub-mainstream cerita ini... kaum Hazara yang Syi’ah, berada di kalangan bawah, di bawah kaum Pashtun yang Sunni. Wait a minute. Sekali lagi, aku melihat ketidakadilan dalam pandangan penulis. Seakan-akan.. Islam adalah teror.
Tidak, Islam bukanlah teror.
Teror adalah oknum, bukan Islam itu sendiri.
Islam yang aku anut, dan aku peluk adalah kedamaian. Bukan seperti itu, bukan. Sehingga, ketika buku itu digelari #1 New York Bestseller, yang mungkin kebanggaan bagi penulis, sekaligus pembaca, satu sisi aku miris.
Alangkah tidak proporsionalnya Islam digambarkan di sana.
Islam  bukan hanya teokrasi, sistem pemerintahan yang mengatasnamakan agama, bukan.
Teokrasi akan berakibat kembalinya hantu The Dark Ages of Europe. Zaman yang terbentang sejak keruntuhan Romawi sampai Renaissance tiba, zaman di mana agama-Kristen dan gereja- begitu berkuasa, kekuasaan yang korup sebenarnya, dan segala yang menentang akan mendapat cap heresy, bid’ah.
Yah, mengutip kata-kata Rahim Khan, ada jalan untuk kembali menuju kebaikan. Ada jalan. Selalu ada jalan.
Rabi’u-l-Awwal 1431 17






Rabu, 24 Februari 2010

Tapal Batas

Beberapa waktu lalu, aku harus berurusan dengan makhluk gaib. Aku tentu saja, bukan orang 'ahli' dalam hal ini.

Seseorang yang dikirimi tenung? Hmm, ada yang lebih logis lagi? God, help me out of this.

Satu hal saja, punya urusan dengan hal-hal seperti ini berarti satu: pertaruhan tauhid.

Tauhidku betul-betul ditantang.

Ketakutan pada hal selain Allah berarti syirik, itu harga mati yang tidak bisa ditawar.

Akhirnya, tantangan kusambut.

Aku tidak bisa melihat apa-apa.

Kata yang bisa 'melihat', mereka memang bisa mengindera adanya makhluk supranatural di sana.

Peduli dengan itu, aku lebih fokus kepada subjek sendiri.

Subjek harus memiliki keinginan untuk melawan, bukan menyerah terhadap serangan.

Manusia memiliki derajat lebih dari makhluk lain, itulah konsensus yang ada.

Kenapa takut pada makhluk lain?

Masalah bertambah runyam, ketika saudara dari subjek datang dan mengatakan bahwa ia baru saja melakukan 'konsultasi spiritual'. Dengan berbekal 'air suci' dalam botol, ia melakukan exorcism, bahasa lain  untuk mengusir begituan.

Hahaha... ketika di sini kita mengusahakan cara yang syar'i, ia datang dengan solusi yang cukup mengerikan.... Tapi aku kira, subjek cukup nalar untuk menolak hal-hal berbau syirik.

Sejauh ini aku hanya bisa mendoakan subjek supaya sembuh total.

Antara dunia ini dan dunia gaib ada tapal batas, yang tidak bisa dilanggar. Hal-hal gaib ada untuk diyakini, tidak untuk diminta bantuan darinya. Meminta bantuan dari hal gaib, percaya bahwa kekuatannya lebih dari Allah, adalah syirik. Datang kepada dukun, memiliki konsekuensi tidak diterima 40 hari shalatnya.

Secara ironis televisi kita menayangkan hal-hal yang berbau mistik dan dasar manusia, selalu tertarik pada hal-hal yang tidak diketahuinya, klop 'kan?

Kasus ditutup.

 



Minggu, 21 Februari 2010

Dunia datar?

Dunia datar adalah dunia di mana jarak tempuh semakin diperpendek, itu
menurut saya. Thomas Friedman dalam bukunya The World is Flat, menyatakan bahwa
ada sepuluh hal yang membuat dunia ini merata. Di antaranya, in-forming, informasi
yang semakin meluas. Salah satu faktor pendukungnya, Google. Netter mana yang
tidak kenal?



Terlepas dari itu semua, saya pernah berpikir bahwa meskipun dunia ini
semakin datar dengan internet, tetap ada belahan dunia yang tak terjangkau. Jangankan
jauh di luar negeri, mari tengok tetangga kiri kanan, kampung sebelah misalkan.
Ataukah, tetangga di balik rumah? Betapa hidup adalah hal yang ringkas dan
mudah bagi mereka. Berjuang atau kelaparan. Itu pada paparan tingkat miskin.



Atau pada orang-orang tua, yang semakin hari semakin pusing melihat anak
muda zaman sekarang. Mereka berpendapat bahwa hidup itu pokoknya nrimo ing
pandum
, ngibadah gawe Gusti Pangeran. Menerima apa yang menjadi
bagiannya, beribadah kepada Tuhan.



Terkadang hidup yang semakin rumit kita rasakan adalah simpulan yang
ringkas: beribadah.
Kita yang membuatnya rumit, sehingga simpul tadi semakin terkait-kait dengan ikatan yang lain.
Ibadah, itulah inti dari kehidupan kita. Indah bukan?
Dunia ini datar, dengan ibadah. Karena dengan ibadah, kita melakukan koneksi langit, kepada The Ultimate Being, Allah. Ketika koneksi tercipta, dunia benar-benar terasa fana. Hanya satu yang saat itu kita harapkan: keridhaan-Nya. Tidak lain.

Drupal, Wordpress atau Joomla?

Hmm... pertempuran CMS ini tidak akan selesai kayaknya... pada akhirnya, aku hanya bisa ngasih rekomendasi saja, dengan WP aku punya 4 tahun pengalaman, Joomla 1 tahun, Drupal? Baru beberapa minggu saja^^ tapi sudah cukup untuk menilainya...

Wordpress
-         apabila pengin situs berorientasi blog atau something simply easy.
-         anda bukan orang yang tertarik pada coding atau debugging alias ngutak-ngutik tulisan yang bukan bahasa manusia.
-         Anda bukan orang yang tertarik pada CMS, sama sekali^^

Joomla
-         apabila anda pengin sesuatu yang lebih dari sekedar blog.
-         anda baru kenal dunia CMS, atau baru mau kenalan dengan dunia ini.
-         Anda punya waktu yang lebih untuk mencoba coding dan development.. dikarenakan Joomla punya beberapa elemen, seperti Module, Template, Component dan Plugin...
-         Anda beranggapan bahwa CMS itu sulit, tapi pengin nyoba.
-         Pengin buat website dengan kecepatan tinggi..

Drupal
-         anda pengin website yang kompleks.
-         sudah lama berkecimpung di dunia CMS dan pengin sesuatu yang lebih.
-         Anda beranggapan kalo Drupal itu sulit, tapi tetap pengin nyoba (ini asumsi pertama saya, ternyata itu salah!).
-         Pengin sesuatu yang whole-free, tidak sebagian gratis sebagian bayar...
-         Anda orang yang telaten dan detail dalam development.


Final Result!
Wordpress : Simpel, tidak ribet dan tidak rewel, tidak punya bug sejauh dipake ala kadarnya.
Joomla : Moderat, tidak ruwet ataupun simpel, beberapa bug cukup mengganggu, kaya akan modul dan template meskipun beberapa komersial, bagus untuk pemula CMS,
Drupal : Kompleks- bukan berarti sulit, lebih developable dari dua yang tersebut di atas, punya layar kematian-jalan buntu bagi developer- yang disebut White Screen of Death (kalo nemu WOSD, segera uninstall atau hapus modul yang diinstal terakhir, selalu pake test-site buat nyoba!)

Ketiganya bukan mutlak satu-satunya CMS, masih banyak varian-varian lain, baik gratisan maupun berbayar.Ok, coba saja satu per satu kalo penasaran.





Antivirus asli dari Microsoft? Why not?

Beberapa waktu yang lalu aku nemu antivirus dari Microsoft, namanya Microsoft Security Essentials. Pertama aku anggap sebelah mata, ternyata, setelah testing barang seminggu, aku punya beberapa penilaian untuk barang ini:

  1. gratis, tinggal download
  2. mudah, ga pake setting sana-sini
  3. original lagi... siapa yang tidak mau something original and free?
  4. Kayaknya virus definition lebih lengkap dari NOD32 deh, sejauh yang aku amati sampai sekarang.
  5. Syaratnya satu saja, Windows harus genuine ^^, syarat mutlak untuk instalasi program ini.
  6. Tersedia untuk XP, Vista dan 7, cukup baik hati kan microsoft ngasih antivirus gratisan?
  7. Aku pernah nyoba NOD32, Antivir, BitDefender dan lain sebagainya, tapi akhirnya, kalo disuruh milih, aku milih MSSE ini deh sementara waktu...

 

Mau nyoba? Klik di sini!

 



Me and My Dreams..

Aku selalu punya mimpi.
Harapan itu masih ada, kataku dalam hati.
Malam hari, tengah malam seperti ini adalah waktu yang bagiku-paling tepat- bukankah ia أشد وطء وأقوم قيلا ?
Teringat beberapa waktu yang lalu, aku masih goyah.. mimpi selalu hadir menguatkanku. Cita-citaku.
Selalu...
Aku tidak akan melepaskannya, dalam hatiku berkata.
Aku tidak ingin melepaskannya.
Selalu...
Dzulhijjah 22

Kamis, 18 Februari 2010

Be a hero, today!

Hidup itu adalah karya.

Tanpa karya dalam hidup, ia akan kosong tak berisi.

Ia akan kehilangan esensinya. Karena karya itu adalah bukti bahwa ia eksis dan esensial.

Mimpi adalah bingkai yang menjadi asas terciptanya karya.

Ingat, setiap pohon besar, dimulai dari biji yang kecil, aku membaca itu tadi dari Hikmah dari Seberang. Buku yang menarik, sangat 'insani', tanpa melewatkan sisi ruhaninya, paling tidak.

Beberapa waktu yang lalu, aku mengatakan pada seorang kawan, be a hero today!

Kenapa hero? Karena pahlawan adalah orang yang berkarya. Ia menciptakan suasana kedamaian, keselamatan, ketenangan, dan padanyalah orang banyak berharap.

Membantu orang lain dengan ikhlas, adalah salah satu cara untuk menjadi pahlawan hari ini.

Mendoakannya, memberinya support, mendengarkan keluhannya, menjadi separuh dari jiwanya, adalah cara untuk menjadi pahlawan, bagi orang lain.




Senin, 11 Januari 2010

Bahasa Indonesia, apa kabar?

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan bahasa Indonesia. Ia tetap bahasa bagi 210 juta lebih penduduk Indonesia, meskipun mungkin adalah beberapa gelintir yang tidak tersentuh olehnya.

Di tengah gerusan bahasa asing, ia tetap dilafalkan.

Di tengah dekulturisasi, ia berkembang memperkaya dirinya dengan hal-hal asing untuk diindonesiakan.

Insya Allah, Ia akan selalu menjadi bahasa Indonesia.

Semoga.


Tersenyumlah, maka...

Senyum dengan tulus, maka dunia akan tersenyum. Kata-kata itu ringkas, mudah dicerna dan, tentu saja, tulus.

Senyum memiliki kekuatan tersembunyi.

Ia memancarkan gelombang positif, menyerang dari mata, mengarah ke hati. Menunjukkan keramahan.

Dalam sebuah literatur pernah saya baca, orang yang tersenyum berarti menyegarkan urat wajahnya, berlawanan dengan orang yang marah, urat wajahnya akan menjadi lelah karena tegang. Mungkin benar.

Senyum berarti optimisme.

Ia adalah harapan.

Tersenyumlah, maka dunia akan tersenyum.


Demam Itu Baik

Sejak Rabu lalu, demam melandaku.

Aku tidak bisa berhenti, kata hati.

Kalaulah berhenti, akan banyak hal-hal yang tertunda. Kelas, kantor, kuliah dan lain-lain.

Seiring waktu, demam tiada kunjung reda. Hidung mampat. Kepala pening. Terjaga di malam hari. Tidur sulit. Semua gejala mampir.

Tiba-tiba sebuah blitz terjadi.

Aku pernah mempelajari sebuah hadits yang menyebutkan, ketika demam melanda, maka Allah sedang membersihkan kita dari dosa-dosa kecil yang kita lakukan.

Allah akbar.

Apa yang terjadi berikutnya?

Aku tersadar, bahwa penyakit adalah rahmat dari-Nya. Ketika sehat, aku teramat jarang sekali mensyukuri kesehatanku.

'Kesehatan adalah mahkota, tiada yang melihatnya, kecuali orang yang sakit'. Kata-kata itu terngiang-ngiang.

Ketika sakit, aku akan melakukan apapun demi kesembuhanku. Pada akhirnya, kepada-Nya aku berharap agar Ia mengembalikan kesehatanku.

Selagi demam ini masih ada, aku berharap ia akan mengampuniku, semua salah, khilaf, kekuranganku, baik yang kusengaja ataupun tidak. Hingga akhir dari demam ini, semoga, aku dapat memulai lagi hidupku sebagai makhluk yang baru.

 




Jumat, 01 Januari 2010

Memperkaya Diri Dengan Membaca

Tidak dapat dipungkiri, membaca berarti memperkaya diri.

Dengan membaca, kita dapat melihat dunia luas, tanpa meninggalkan kursi tempat kita duduk.

Baru saja, saya menyelesaikan sebuah novel berjudul The Lost Symbol milik Dan Brown. Novel ini memperkaya saya, sebagaimana bacaan-bacaan lainnya yang telah mampir ke tangan saya. Harry Potter adalah contoh lainnya. Lord of The Rings, Sherlock Holmes, Agatha Christie, beserta deretan judul-judul lainnya. Dunia fiksi bagi saya terlalu menggoda untuk dilewatkan.

Tak lupa, membaca sirah nabawiyyah teramat membantu menyegarkan kembali keislaman saya.

Menyimak perjalanan Rasulullah صلى الله عليه وسلم , terasa hidup dan menyentuh, seakan-akan kita masih bersama beliau.

Buku-buku milik Amru Khalid pun terasa amat menarik. Pengalaman spiritual, dihadirkan dengan teks-teks yang 'mengajak', bukan simbolisme an sich.

Sedang bersedih? Peganglah buku fenomenal La Tahzan, milik Dr. Aidh Al-Qarny, buka halaman berapa pun, cari satu sub judul, baca, resapi, rasakan dan bersyukurlah, untuk telah hidup di dunia ini.

Tidak cukup hanya itu, Islam mewariskan ilmu-ilmu yang teramat beragam. Turats, istilah untuk kitab kuning, adalah harta karun yang tak ternilai.

Saya bersyukur, bisa membaca Arab-Inggris berkat sekolah 4 tahun di Gontor. Hambatan teks tidak menjadi masalah bagi saya. Tapi saat ini, di era digital ini, terjemah bukan hal yang sulit.

Pada era ini pula, banyak buku-buku digitized bertebaran.

Kembali, marilah kita perkaya diri dengan membaca.

Iqra'. Itulah perintah Allah, sekaligus wahyu pertama.

Bacalah.

Muharram 15.