Minggu, 13 Desember 2009

Hari Keempat Ramadhan 1430

Pada hari keempat ramadhan ini…

Tanpa kusadari, pertanyaan-pertanyaan bermunculan dalam diriku mengenai esensi, hakikat, renungan-renungan, … menyelam ke dalam samudera jiwa.

tiba-tiba terdengar suara garengpung, serangga yang menandakan pergantian musim, teramat merdu didengar.

Aku tidak ingin ramadhan cepat berlalu, begitu saja.

Aku ingin menjadikannya penuh makna.

Aku ingin perubahan, maka aku harus merubah diriku.

Tidak ada yang lebih membahagiakanku, selain bertemu dengan Rabbku.

Penciptaku.

Tapi, haruskah aku menemui-Nya dalam keadaan penuh nista?

Ketahuilah bahwa dunia adalah dua sisi kehidupan. Baik dan buruk.

Mana yang kau pilih? Terserah.

Apakah kau akan mengikuti hidayah, atau meninggalkannya?

Aku lebih cenderung memilih, bahwa tauhid  berarti pembebasan.

Pembebasan diri, dari penyembahan selain Allah. Dari sesama manusia.

Jangan sombong. Jangan pernah merasa lebih baik dari orang lain. Kamu tidak punya hak untuk sombong, sedikitpun.

Kalau kamu sombong, maka engkau mencoba untuk mengenakan apa yang tidak pantas bagimu, Kibriyaa'.

Karena Kibriyaa' hanya milik Allah, Al-Khaliq, bukan milik makhluq.

Jangan menyakiti hati orang lain.

Orang lain adalah saudara bagimu, seperti apapun ia. Apalagi, sesama orang muslim.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar