Minggu, 13 Desember 2009

Deja Vu

Mengingat adalah hal yang mutlak harus dilakukan oleh setiap orang. Ia harus mengingat, karena ia pelupa.

Ia memiliki keterbatasan dalam ingatan.

Suatu saat, ketika mengingat sesuatu, syarafnya akan bergerak menuju ke visualisasi… suatu kelebihan manusia, mampu bervisualisasi.

Teringat, teman-teman, sahabat, masa lalu, hal-hal yang baik maupun buruk.

Ingatlah.

Karena, ingatan yang kabur akan membawa kepada dorongan untuk menciptakan hal yang serupa, bahkan lebih baik.

Childhood memories.

Sesuatu yang strange dan strengthen.

Strange, karena telah terlupakan, tapi begitu dirindukan.

Strengthen, karena ia menguatkan.

Menguatkan kita bahwa, kita pernah mengalami masa-masa yang menyenangkan di masa lalu.

Sepahit apapun, pasti masih ada secuil kenangan manis di antara tumpukan tangis dan perih. Entah itu baik ataupun buruk.

Ingatlah.

Ingatlah, betapa Tuhanmu telah berbaik hati kepadamu.

Dalam setiap nafas dan derapmu.

 

Syukurilah.



2 komentar:

  1. yang aku tahu, deja vu itu merasakan sesuatu yg kita anggap pernah mengalaminya padahal kita belum pernah mengalaminya.

    Misalnya kita merasa bahwa pernah ke sebuah tempat padahal sebelumnya belum.

    BalasHapus
  2. yups, betul sekali..
    di sini saya ingin menyampaikan, bahwa kenangan itu teramat berharga dan indah.
    Dewasa ini, kita terhentak oleh realitas setiap harinya...
    Saya, sering merindukan deja vu akan kenangan-kenangan itu.
    Terkadang terjadi deja vu, tapi tidak kebanyakan.
    Terima kasih atas masukannya.
    To live, is to remember your past, to build your present, and to imagine your future - unknown

    BalasHapus