Jumat, 02 Januari 2009

Saatnya

بسم الله الرحمن
الرحيم



Saatnya terlahir kembali



Sebagai hamba-Nya.



Yang sejati.



 



Entah telah terpaut berapa lamanya kita
dengan Rasulullah.



Shalla Allahu alaihi wa sallama.



 



Bosanlah kita dengan dunia dan gelimang
maksiat serta hati yang terkoyak-koyak



Kita harus kembali kepada-Nya.



 



Tidak ada pilihan lain, dan kita tidaklah
berhak untuk memilih.



 



Allah.



Entah berapa detik kehidupanku, berapa jam,
hari, bulan, tahun telah berlalu.



Dan aku masih juga jauh dari-Mu.



Aku masih menyekutukanmu.



Dengan dunia.



Aku menghambanya, tidak menghamba-Mu.



 



Ya, aku shalat.



Tapi hatiku tidak.



Aku puasa, tapi hatiku tidak.



Aku berzikir, tapi hatiku tidak.



 



Aku mengatakan bahwa aku beriman, tapi tidak
nyatanya.



 



Aku hanya berharap.



Rahmah-Mu.



Yang meliputi segala sesuatu.



Aku pun mengharap ia meliputiku.



Meliputi hatiku yang mengusang terdera fana.



 



Hingga satu saat.



Aku mengharapkan perjumpaan dengan-Mu.



Melihat kepada-Mu.



Kembali kepada-Mu.



Sebagai hamba, yang sebenar-benar hamba.



 



Pada saat itulah.



Nikmat terbesar kurasakan sebagai ciptaan.



Untuk bertemu dengan Penciptanya.



 



Madrasah.



12 Dzulqa'dah 1429.



23:58

Tidak ada komentar:

Posting Komentar