Sabtu, 02 Agustus 2008

Negara Impian

Negara yang damai, dengan khilafah Islamiyyah, dan Qur'an dan Sunnah sebagai pegangan. Negara yang tenang, tidak perlu ada demonstrasi di jalan-jalan. Semuanya cukup dengan syura. Ulama, yang sebenar-benar ulama, menjadi faqih dan qadhi. Menjadi referensi hukum dan kebijakan. Ekonomi dijalankan atas dasar syariah, dengan pajak sebagai pemasukan negara yang secara profesional dimenej. Setiap individu rakyat dijatah oleh negara, dengan kebutuhan seperlunya.

Ketika terdengar azan, maka semua aktivitas terhenti seketika, dan semua rakyat, berduyun-duyun memenuhi panggilan Tuhan.


Negara yang mandiri dan tidak memiliki utang, bahkan memberikan utangan, tanpa bunga, kepada negara-negara lain yang membutuhkan.


Negara dengan jumlah penduduk yang merata, banyak sekalipun, tidak perlu ada disintegrasi, pemisahan dari sentral, dan perusakan fasilitas umum maupun pribadi.


Negara yang muslim, tapi mengayomi penduduk lain yang tidak memeluk muslim.


Alangkah indahnya bila negara itu terwujud.


Ingatlah Andalus yang damai.


Ingatlah Jabal Thariq.


Ingatlah Madinah Al-Munawwarah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar